Diberdayakan oleh Blogger.

Awas, saham sektor perbankan rawan terkoreksi

Share & Comment

JAKARTA. Saham sektor perbankan masih menunjukkan tren yang solid di awal tahun ini. Namun bukan berarti tak ada tantangan yang menanti. Justru, sektor ini dinilai rawan koreksi.





Di sepanjang pekan ini, Indeks harga saham gabungan (IHSG) turun hingga 1,84% ke level 6.204. Secara year to date (ytd) sudah tergerus cukup dalam hingga hanya naik tipis 0,16%. Perang dagang yang memanas serta hasil pertumbuhan ekonomi Indonesia yang di luar ekspektasi jadi faktor pemberatnya.





Kendati demikian, saham sektor keuangan berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) per Kamis (9/5) masih dapat tumbuh 5,94% di tengah IHSG yang mulai stagnan.





Melihat kondisi tersebut, Wijen Pontus, analis Royal Investium Sekuritas mengatakan saham sektor keuangan khususnya perbankan masih rawan terkoreksi saat ini dan bukan masuk ke dalam saham yang defensif. Mengapa demikian, menurutnya, saat ini secara valuasi saham perbankan sudah termasuk mahal.





“Saham bank sudah mahal. Return on investment (ROI) bank jadi pertimbangan. Malah BBRI (anggota indeks Kompas100) ROI-nya turun,” ujar Wijen kepada Kontan, Jumat (10/5).





Di sisi lain, saham perbankan menjadi lebih rawan terkoreksi tidak hanya dari perang dagang, melainkan lebih kepada perlambatan ekonomi. Kendati di kuartal I 2019 Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tumbuh 5,07%, namun ini masih melambat. Pun dari sisi penyaluran kredit perbankan terjadi perlambatan.





Data Bank Indonesia (BI) melalui perkembangan uang beredar, per Maret 2019 menunjukkan, pertumbuhan kredit perbankan mengalami perlambatan. Pernyaluran kredit tercatat sebesar Rp 5.319 triliun atau tumbuh 11,5 % yoy, lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 12% yoy.





“Suku bunga acuan BI yang stabil juga belum mampu mendongkrak tingkat kredit secara signifikan. Belum lagi ditambah adanya ancaman dari perusahaan financial technology dan digital payment, ini jadi pengaruh ke bank, meskipun belum besar. Tapi ini jadi ancaman,” ujar Wijen.





Untuk saham yang masuk ke dalam kategori defensif saat ini masih sektor konsumer seperti UNVR (anggota indeks Kompas100), KLBF (anggota indeks Kompas100), HMSP (anggota indeks Kompas100), dan MYOR (anggota indeks Kompas100).





Serta infrastruktur seperti TLKM  (anggota indeks Kompas100), dan TBIG (anggota indeks Kompas100). Dikarenakan faktor dari tahun politik yang sudah ada kepastian serta masuk musim hari raya.





Sumber :
https://investasi.kontan.co.id/news/awas-saham-sektor-perbankan-rawan-terkoreksi





Reporter: Yoliawan H 
Editor: Tendi





Ingin kost anda bersih maksimal tanpa mengeluarkan tenaga? segera hubungi jasa bersih kost jogja untuk solusi terbaik






Tags: , , , ,

Written by

We are Creative Blogger Theme Wavers which provides user friendly, effective and easy to use themes. Each support has free and providing HD support screen casting.

 

Popular Content

Recent Posts

Why to Choose RedHood?

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Maecenas nec vestibulum lorem. Nam ultricies dolor nulla, ut congue odio ultrices. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Maecenas nec vestibulum lorem.
Copyright © KONVEKSINDO JOGJA | Designed by Templateism.com